HASIL PENGAMATAN KELOMPOK 6
Nama Anggota:
1. Humaira Qathrun Nada (1303625038)
2. Lazar Putra Riyadi (1303625049)
3. Siti Euis Suryani (1303625042)
4. Vivi Alia Septi (1303625061)
Program Studi: Pendidikan Kimia B 2025
HEWAN
GAMBAR
TAKSONOMI
Nama Umum: Harimau Benggala
Nama Ilmiah: Panthera tigris tigris
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Felidae
Genus: Panthera
Spesies: Panthera tigris
Subspesies: P. t. tigris
Ciri Morfologi: Tubuh sangat besar dan berotot.
Bulu belang hitam/coklat di atas dasar kuning-
oranye. Perut putih. Ekor panjang dengan ujung
hitam.
Habitat Asli: Hutan mangrove (Sundarbans),
hutan gugur, padang rumput di India, Nepal,
Bhutan, Bangladesh.
Catatan Pengamatan di Ragunan: Aktif pada
pagi dan sore. Sering terlihat berjalan bolak-
balik (pacing) di sepanjang garis pagar kandang.
Kondisi kandang memiliki kolam, tempat
berteduh, dan vegetasi buatan.
Manfaat & Peran Ekologis: Predator puncak
pengendali populasi herbivora. Indikator
kesehatan ekosistem.
Ciri Khas: Pola belang unik seperti sidik jari
tiap individu. Subspesies harimau dengan
populasi terbesar.
Jenis & Deskripsi: Subspesies harimau,
karnivora besar, predator puncak di habitat
aslinya.
Interaksi: Jika sendirian, tidak ada interaksi. Jika
berpasangan, kadang terlihat saling menggosok
atau berbagi area istirahat. Responsif terhadap
petugas saat pemberian makan.
Nama Umum: Kucing Bakau
Nama Ilmiah: Prionailurus viverrinus
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Felidae
Genus: Prionailurus
Spesies: Prionailurus viverrinus
Ciri Morfologi: Tubuh kekar, bulu abu-
kecoklatan dengan bintik/totol hitam. Kaki
pendek. Moncong panjang. Memiliki selaput
antar jari.
Habitat Asli: Lahan basah, rawa-rawa, hutan
mangrove di Asia Selatan & Tenggara.
Catatan Pengamatan di Ragunan: Sangat
pemalu, lebih sering bersembunyi di dalam
kotak atau balik vegetasi. Saat siang banyak
tidur. Kandang dilengkapi kolam.
Manfaat & Peran Ekologis: Pengendali populasi
ikan, udang, dan rodensia di lahan basah.
Bioindikator kesehatan wilayah basah.
Ciri Khas: Kucing liar yang paling adaptif di air
(perenang dan penyelam handal). Makanan
utamanya ikan.
Jenis & Deskripsi: Kucing liar berukuran sedang
yang terspesialisasi hidup di habitat perairan.
Interaksi: Interaksi sosial sangat minimal.
Interaksi utama adalah dengan lingkungan
kandang, seperti duduk di tepi kolam.
Nama Umum: Kancil/Pelanduk
Nama Ilmiah: Tragulus javanicus
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Tragulidae
Genus: Tragulus
Spesies: Tragulus javanicus
Ciri Morfologi: Ukuran sangat kecil seperti
kelinci besar. Bulu coklat kemerahan halus,
perut putih. Kaki ramping. Jantan punya taring
panjang.
Habitat Asli: Hutan hujan tropis Asia Tenggara,
terutama di semak belukar dan dekat sungai.
Catatan Pengamatan di Ragunan: Sangat
waspada dan lincah. Sering bersembunyi di
balik rumput atau bebatuan buatan. Aktif di pagi
dan sore, mengunyah kembali makanannya
(ruminansia).
Manfaat & Peran Ekologis: Mangsa penting
bagi predator. Penyebar biji melalui kotorannya.
Ciri Khas: Hewan berkuku genap (Artiodactyla)
terkecil di dunia. Taring panjang pada jantan.
Jenis & Deskripsi: Ruminansia primitif kecil,
pemakan buah dan tunas, hidup tersembunyi.
Interaksi: Interaksi pasif, seperti istirahat
berdekatan. Dengan pengunjung, menunjukkan
respons menghindar (lari/sembunyi jika ada
suara keras).
Nama Umum: Jerapah
Nama Ilmiah: Giraffa camelopardalis
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Giraffidae
Genus: Giraffa
Spesies: Giraffa camelopardalis
Ciri Morfologi: Leher dan kaki sangat panjang.
Pola bercak coklat di
atas dasar krem yang
unik per individu.
Memiliki ossicones
(tonjolan seperti
tanduk) di kepala.
Habitat Asli: Sabana dan padang rumput terbuka
di Afrika sub-Sahara.
Catatan Pengamatan di Ragunan: Hidup
berkelompok di
kandang savana buatan
yang luas. Sering
makan daun dari rak
tinggi atau pohon yang
disediakan. Kondisi
lingkungan diusahakan
menyerupai habitat
terbuka.
Manfaat & Peran Ekologis: Pengontrol vegetasi
kanopi tinggi. Mangsa
penting bagi singa.
Penyebar biji.
Ciri Khas: Hewan darat tertinggi. Lidah panjang
(45 cm) berwarna biru-
hitam.
Jenis & Deskripsi: Mamalia berkuku genap,
herbivor pemakan daun
(browser), hidup
berkelompok.
Interaksi: Interaksi sosial kuat, allogrooming
(saling merawat), dan
pengasuhan anak.
Nama Umum: Monyet Boti
Nama Ilmiah: Macaca tonkeana
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primates
Famili: Cercopithecidae
Genus: Macaca
Spesies: Macaca tonkeana
Ciri Morfologi: Tubuh kekar, bulu hitam/coklat
tua. Pipi berjambul dan
berjanggut putih pada
dewasa. Ekor sangat
pendek.
Habitat Asli: Hutan hujan dataran rendah dan
perbukitan di Sulawesi
Tengah (endemik
Indonesia).
Catatan Pengamatan di Ragunan: Sangat aktif
dan sosial. Berinteraksi
terus-menerus dalam
kelompok. Saling
merawat (grooming),
bermain, dan berebut
makanan yang disebar.
Lingkungan kandang
memiliki banyak tali,
ayunan, dan struktur
untuk panjat.
Manfaat & Peran Ekologis: Agen penyebar biji
yang penting. Indikator
kesehatan hutan.
Ciri Khas: Endemik Sulawesi. Pipi berjambul
khas. Memiliki tingkat
toleransi sosial yang
tinggi dalam kelompok.
Jenis & Deskripsi: Monyet Old World yang
omnivor, hidup dalam
kelompok dengan
hierarki ketat.
Interaksi: Interaksi sangat kompleks: grooming
(ikatan sosial),
bermain, dan kompetisi
hierarkis saat makan.
Meminta-minta
makanan dari
pengunjung (merugikan
kesehatan monyet).
Sangat responsif dan
mengenali petugas
pemberi makan.
Nama umum: Kalong
Nama ilmiah: Pteropus vampyrus
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Family: Pteropodidae
Genus: Pteropus
Spesies: P. vampyrus
Ciri Morfologi: Sayap besar dengan bentang
mencapai 1–1,5 meter.
Bulu coklat kehitaman,
bagian leher oranye
kecoklatan. Moncong
menyerupai rubah.
Tidak memiliki
ekolokasi—
mengandalkan
penglihatan dan
penciuman.
Habitat Asli: Hutan hujan tropis, hutan
mangrove, dan daerah
dekat sumber buah.
Catatan Pengamatan: Aktif menggantung di
siang hari. Terlihat
saling bergelantungan
dan bergerak dalam
koloni. Lingkungan
kandang agak gelap,
terdapat banyak tempat
menggantung.
Manfaat & Peranan Ekologis: Penyerbuk dan
penyebar biji penting
bagi ekosistem hutan
tropis.
Ciri Khas Spesies: Ukuran tubuh sangat besar
dibanding kelelawar
lain.
Jenis & Deskripsi: Termasuk kelelawar buah
(fruit bat) pemakan nektar, buah, dan bunga.
Interaksi: Hidup berkelompok dalam satu
kandang. Interaksi hanya antar kalong, tidak
bercampur spesies lain.
Nama umum: Burung tongtong / Marabou
Nama ilmiah: Leptoptilos javanicus
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Ciconiiformes
Family: Ciconiidae
Genus: Leptoptilos
Spesies: L. javanicus
Ciri Morfologi: Leher panjang, tidak berbulu,
dengan pial besar menggantung. Paruh panjang
dan kuat. Tubuh besar, warna hitam kecoklatan.
Habitat asli: Rawa-rawa, hutan bakau, dan
padang rumput basah.
Catatan Pengamatan: Terlihat berdiri diam
dalam waktu lama. Kadang melakukan
grooming bulu. Suasana kandang cukup lembap
dengan kolam air.
Manfaat & Peran Ekologis: Pemakan bangkai
(scavenger) yang membantu mencegah
penyebaran penyakit.
Ciri Khas: Pial besar menggantung yang terlihat
mencolok.
Jenis & Deskripsi: Burung air besar yang hidup
di dataran rendah dan dekat perairan.
Interaksi: Umumnya berada dalam kandang
berisi beberapa individu burung tongtong. Tidak
dicampur dengan spesies lain—interaksi hanya
sesama jenis.
Nama umum: Burung Beo
Nama ilmiah: Gracula religiosa
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Sturnidae
Genus: Gracula
Spesies: G. religiosa
Ciri Morfologi: Bulu dominan hitam mengilap.
Area kulit kuning cerah
di sekitar mata dan
tengkuk. Paruh kuning-
oranye. Ukuran sedang,
suara keras.
Habitat Asli: Hutan tropis Asia Tenggara.
Catatan Pengamatan: Sering mengeluarkan
suara nyaring. Terlihat
aktif melompat dari
dahan ke dahan.
Manfaat & Peran Ekologis: Penyebar biji dari
buah yang mereka
makan.
Ciri Khas: Kemampuan meniru suara manusia
dengan sangat baik.
Jenis & Deskripsi: Burung passerine pemakan
buah, serangga, dan
nectar.
Interaksi: Ditempatkan dengan burung sejenis
saja. Berinteraksi
dengan sesama beo,
saling bersuara dan
bergerak aktif.
Nama umum: Iguana merah
Nama ilmiah: Iguana iguana (fase morf warna
merah)
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Family: Iguanidae
Genus: Iguana
Spesies: I. iguana
Ciri Morfologi: Warna tubuh merah atau oranye
cerah. Jambul dorsal
(dorsal crest) besar
memanjang. Ekor
panjang, tubuh bersisik.
Habitat Asli: Hutan tropis lembap dan area
dekat sungai.
Catatan Pengamatan: Terlihat berjemur di
bawah Cahaya matahari. Bergerak lambat dan
banyak diam pada batang kayu.
Manfaat &Peran Ekologis: Mengontrol
populasi tumbuhan tertentu karena herbivor.
Menjadi mangsa bagi hewan karnivor, menjaga
keseimbangan rantai makanan.
Ciri Khas: Warna tubuh merah cerah yang
berbeda dari iguana hijau biasa.
Jenis & Deskripsi: Reptil herbivor, tubuh
panjang dengan ekor yang bisa mencapai 2
meter.
Interaksi: Ditempatkan sendiri atau hanya
sedikit individu. Minim interaksi antar spesies,
lebih banyak diam.
Nama umum: Kura-kura Aldabra
Nama ilmiah: Aldabrachelys gigantea
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Testudinidae
Family: Testudinidae
Genus: Aldabrachelys
Spesies: A. gigantea
Ciri Morfologi: Cangkang besar berbentuk
kubah. Warna coklat
kehitaman. Kaki besar
dengan sisik tebal.
Ukuran bisa lebih dari
300 kg.
Habitat Asli: Pulau-pulau karang di Aldabra
Atoll, Samudra Hindia.
Catatan Pengamatan: Bergerak sangat lambat.
Sering makan rumput
atau daun yang
disediakan.
Lingkungan kandang
kering dengan batu dan
tanah.
Manfaat & Peran Ekologis: Mengatur vegetasi
padang rumput dengan
pola makannya.
Ciri Khas: Salah satu kura-kura darat terbesar di
dunia.
Jenis & Deskripsi: Reptil herbivor dengan
pertumbuhan lambat
dan umur panjang (bisa
>100 tahun).
Interaksi: Biasanya beberapa individu hidup
bersama dalam satu
kandang. Interaksi
berupa mengikuti jalur
yang sama, makan
bersama, tanpa agresi.
TUMBUHAN
GAMBAR
TAKSONOMI
Nama Umum: Trengguli Wanggang
Nama ilmiah: Cassia fistula L.
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Cassia
Spesies: Cassia fistula
Ciri Morfologi: Pohon berukuran sedang hingga
besar, tinggi 10-20 meter. Batang tegak, kulit
batang berwarna cokelat keabu-abuan. Daun
majemuk menyirip genap, anak daun 4-8
pasang, bentuk bulat telur hingga lonjong.
Bunga berwarna kuning cerah, tersusun dalam
tandan panjang menggantung (30-60 cm)
Habitat atau Lokasi: Tumbuh di daerah tropis
dan subtropic. Dapat tumbuh pada ketinggian 0-
1.200 meter di atas permukaan laut
Catatan Hasil Pengamatan: Bunga menggantung
sangat menarik perhatian serangga penyerbuk.
Manfaat & Peran Ekologis: Tanaman hias untuk
penghijauan kota. Pohon peneduh, menyediakan
nektar untuk lebah dan kupu-kupu, mencegah
erosi tanah.
Ciri Khas: Bunga kuning cerah yang
menggantung panjang seperti hujan emas
(golden shower)
Jenis dan Deskripsi: Termasuk pohon
legum/kacang-kacangan. Pohon hias bernilai
estetika tinggi.
Interaksi: Bunga dikunjungi lebah. Kupu-kupu
hinggap untuk mengambil nectar.
Nama Umum: Paku Kepala Tupai, Paku Ekor
Tupai
Nama ilmiah: Phymatosorus scolopendria
(Burm.f.) Pic.Serm.
Kingdom: Plantae
Divisi: Pteridophyta
Kelas: Polypodiopsida
Ordo: Polypodiales
Famili: Polypodiaceae
Genus: Phymatosorus
Spesies: Phymatosorus scolopendria
Ciri Morfologi: Rhizoma merayap, berdaging,
berbulu seperti sisik berwarna cokelat
kemerahan. Panjang daun 30-100 cm, lebar 3-8
cm. Permukaan daun licin, tepi daun rata atau
sedikit bergelombang. Warna daun hijau tua
mengkilap
Habitat atau Lokasi: Tumbuh menempel pada
batang pohon (epifit) atau di tanah. Ditemukan
di hutan hujan tropis dataran rendah hingga
pegunungan. Ketinggian 0-2.000 meter di atas
permukaan laut. Menyukai tempat lembab dan
teduh.
Catatan Hasil Pengamatan: Rhizoma berbulu
seperti ekor tupai, menjadi ciri khas. Terdapat
spora di bawah daun yang digunakan untuk
bereproduksi.
Manfaat dan Peranan Ekologis: Keberadaannya
menandakan kelembaban udara yang baik.
Digunakan sebagai tanaman hias dalam ruangan
atau taman vertical. Menambah
keanekaragaman hayati hutan, menyediakan
mikrohabitat untuk serangga kecil dan
invertebrata.
Ciri Khas Spesies: Daun tunggal panjang tanpa
percabangan. Sorus tersusun teratur dalam dua
baris sejajar.
Jenis dan Deskripsi: Reproduksi dengan spora,
tidak berbunga dan berbiji. Termasuk tumbuhan
paku sejati (Pteridophyta).
Interaksi: Rhizoma menjadi tempat bersarang
semut kecil dan serangga. Menyediakan
kelembaban mikro untuk organisme kecil di
sekitarnya. Tidak memiliki interaksi
penyerbukan karena reproduksi via spora.
Nama lokal: Ketapang, Ketapas
Nama ilmiah: Terminalia catappa L.
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Combretaceae
Genus: Terminalia
Spesies: Terminalia catappa
Ciri Morfologi: Pohon besar, tinggi 15-35 meter.
Batang tegak, kulit batang retak-retak berwarna
cokelat keabu-abuan.
Habitat atau Lokasi: Tumbuh di daerah pesisir
pantai dan dataran rendah. Menyukai sinar
matahari penuh. Toleran terhadap tanah berpasir
dan salinitas tinggi.
Catatan Hasil Pengamatan: Percabangan
horizontal membentuk tajuk bertingkat yang
sangat khas. Sistem perakaran kuat dan dalam.
Manfaat dan Peranan Ekologis: Daun
mengandung tanin dan flavonoid, digunakan
untuk obat tradisional (hepatoprotektif,
antioksidan). Daun kering digunakan dalam
akuarium untuk menurunkan pH air. Pohon
peneduh alami, mencegah abrasi pantai, habitat
burung dan satwa liar.
Ciri Khas Spesies: Tajuk berbentuk pagoda
bertingkat horizontal yang sangat unik.
Jenis dan Deskripsi: Pohon pelindung pantai
yang penting. Termasuk pohon yang sangat
adaptif terhadap lingkungan ekstrem.
Interaksi: Burung-burung hinggap dan bersarang
di tajuknya. Daun yang gugur menjadi serasah
penting untuk organisme decomposer.
Nama lokal: Jengkol, Jering
Nama ilmiah: Archidendron pauciflorum
(Benth.) I.C.Nielsen
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Genus: Archidendron
Spesies: Archidendron pauciflorum
Ciri Morfologi: Pohon berukuran sedang hingga
besar, tinggi 15-25 meter. Batang tegak, kulit
batang berwarna cokelat keabu-abuan, agak
kasar.
Habitat atau Lokasi: Tumbuh di hutan hujan
tropis dataran rendah. Tumbuh baik di daerah
dengan curah hujan tinggi. Menyukai tanah
yang subur dan lembab.
Catatan Hasil Pengamatan: Dapat hidup puluhan
tahun dan terus produktif. Berbunga pada awal
musim hujan.
Manfaat & Peranan Ekologis: Mengandung
protein tinggi, karbohidrat, dan mineral. Dapat
dimanfaatkan untuk bahan bangunan ringan.
Pohon peneduh, memperkaya nitrogen tanah
(legum), habitat satwa liar. Biji sebagai bahan
pangan bernilai ekonomi tinggi di Asia
Tenggara.
Ciri Khas: Biji berbau khas menyengat karena
kandungan asam jengkolat. Buah polong
berbentuk spiral melingkar yang sangat unik.
Jenis dan Deskripsi: Termasuk famili kacang-
kacangan (Fabaceae/Leguminosae). Spesies
endemik Asia Tenggara.
Interaksi: Daun menjadi pakan beberapa jenis
ulat. Bunga dikunjungi lebah dan serangga
penyerbuk lainnya. Burung-burung hinggap
untuk beristirahat di tajuknya.
Nama Umum: Bambu kuning
Nama ilmiah: Bambusa spp. / Dendrocalamus
spp. / Gigantochloa spp. (tergantung spesies)
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Poales
Famili: Poaceae
Genus: Bambusa
Spesies: Bambusa vulgaris
Ciri Morfologi: Tanaman berumpun, tinggi 10-
20 meter (tergantung spesies). Batang (culm)
berongga, beruas-ruas dengan buku-buku yang
jelas. Dinding batang tebal, keras, berwarna
hijau atau kuning. Daun berbentuk lanset
memanjang, tersusun pada cabang-cabang kecil.
Habitat atau Lokasi: Tumbuh di berbagai tipe
habitat dari dataran rendah hingga pegunungan.
Ditemukan di tepi sungai, lereng bukit, dan area
terbuka. Menyukai tanah yang lembab dan
subur. Toleran terhadap berbagai kondisi iklim
Catatan Hasil Pengamatan: Pertumbuhan tunas
sangat cepat (dapat mencapai 30 cm per hari).
Bambu berbunga serentak dalam siklus panjang
(30-120 tahun tergantung spesies).
Manfaat & Peranan Ekologis: Bahan konstruksi
bangunan, furniture, kerajinan, pulp dan kertas.
Mencegah erosi tanah, menyimpan air, habitat
satwa liar, menyerap karbon tinggi. Alat musik
tradisional, wadah, peralatan sehari-hari.
Tanaman rehabilitasi lahan dan penghijauan.
Ciri Khas: Batang berongga beruas-ruas yang
sangat khas. Pertumbuhan sangat cepat
dibanding tumbuhan berkayu lainnya.
Jenis & Deskripsi: Termasuk famili rumput-
rumputan (Poaceae) berkayu. Terdapat ratusan
spesies bambu di dunia.
Interaksi: Rumpun bambu menjadi shelter untuk
berbagai satwa kecil.
Nama umum: Cemara Norfolk
Nama ilmiah: Araucaria heterophylla
Kingdom: Plantae
Divisio: Pinophyta
Classis: Pinopsida
Ordo: Pinales
Familia: Araucariaceae
Genus: Araucaria
Spesies: A. heterophylla
Ciri morfologi: Pohon berbatang lurus dan
tinggi. Daun kecil, runcing, tersusun spiral
seperti sisik. Tajuk berbentuk kerucut berundak-
undak.
Habitat atau Lokasi: Banyak ditemukan di
taman kota, halaman rumah, dan area lanskap
tropis. Asli dari Pulau Norfolk (Pasifik).
Catatan pengamatan: Umumnya tumbuh tegak
simetris. Toleran terhadap angin, cocok untuk
daerah pantai. Pohon peneduh dan tanaman hias.
Menyerap CO₂, membantu memperbaiki
kualitas udara.
Ciri khas: Tajuk bertingkat yang tampak sangat
rapi dan simetris.
Jenis & deskripsi: Jenis pohon konifer hias
berukuran besar.
Interaksi: menjadi tempat hinggap burung kecil
atau serangga.
Nama umum: Pohon batu / Cemara laut
Nama ilmiah: Casuarina equisetifolia
Kingdom: Plantae
Divisi: Tracheophyta
Kelas: Pinopsida
Ordo: Fagales
Familia: Casuarinaceae
Genus: Casuarina
Spesies: C. equisetifolia
Ciri morfologi: Batang keras, tegak, berwarna
coklat abu-abu. Daun berupa ranting ramping
mirip jarum. Buah kecil keras seperti bola duri
mini.
Habitat atau Lokasi: Pantai, pesisir, tanah
berpasir, daerah berangin.
Catatan pengamatan: Sering ditanam sebagai
penahan angin. Rantingnya berdesir jelas saat
tertiup angin.
Manfaat & peran ekologis: Penahan abrasi
pantai. Tempat bersarang burung kecil.
Ciri khas: Daun berbentuk ranting halus
menyerupai rambut cemara.
Jenis & deskripsi: Pohon pesisir yang sangat
toleran terhadap garam dan angin.
Interaksi: Serangga sering hinggap pada buah
dan rantingnya.
Nama umum: Birah besar / Keladi hias
Nama ilmiah: Caladium bicolor
Kingdom: Plantae
Divisi: Tracheophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Alismatales
Familia: Araceae
Genus: Caladium
Spesies: C. bicolor
Ciri morfologi: Daun besar berbentuk hati,
Batang lunak. Akar rimpang (umbi).
Habitat atau Lokasi: Tempat lembap dan teduh.
Banyak ditemukan di pekarangan dan pot
tanaman hias.
Catatan pengamatan: Daunnya mudah robek
jika terkena angin kencang. Ukuran daun sangat
mencolok sehingga menarik perhatian.
Manfaat & peran ekologis: Tanaman hias.
Memberikan kelembapan mikro di area
bawahnya.
Ciri khas: Ukuran daun nya yang besar.
Jenis & deskripsi: Tanaman umbi dengan daun
dekoratif besar.
Interaksi: menjadi tempat berlindung serangga
kecil.
Nama umum: Puring / Kroton
Nama ilmiah: Codiaeum variegatum
Kingdom: Plantae
Divisio: Tracheophyta
Classis: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Familia: Euphorbiaceae
Genus: Codiaeum
Spesies: C. variegatum
Ciri morfologi: Daun tebal dengan warna-warni
(kuning, merah, hijau, ungu). Bentuk daun
beragam: panjang, keriting, oval. Batang
berkayu kecil.
Habitat atau Lokasi: Pekarangan, taman, area
tropis yang cerah.
Catatan pengamatan: Daun berubah warna
sesuai intensitas cahaya. Sangat tahan panas.
Manfaat & peran ekologis: Tanaman hias.
Menjadi tempat persembunyian serangga.
Ciri khas: Variasi warna daun sangat mencolok.
Jenis & deskripsi: Tanaman semak hias tropis.
Interaksi: Kupu-kupu dan serangga kecil sering
hinggap.
Nama umum: Bambu kerdil
Nama ilmiah: Bambusa multiplex
Kingdom: Plantae
Divisio: Tracheophyta
Classis: Liliopsida
Ordo: Poales
Familia: Poaceae
Genus: Bambusa
Spesies: B. multiplex
Ciri morfologi: Batang kecil dan rapat. Tinggi
1–3 meter. Daun kecil dan rimbun.
Habitat atau Lokasi: Taman, pekarangan, tepian
bangunan, area pinggir jalan.
Catatan pengamatan: Membentuk rumpun rapat.
Tahan panas dan mudah tumbuh.
Manfaat & peran ekologis: Penahan erosi.
Tempat hidup mikrofauna kecil.
Ciri khas: Ukurannya kecil dengan rumpun
padat.
Jenis & deskripsi: Bambu hias berukuran rendah
untuk pembatas taman.
Interaksi: Semut atau serangga dedaunan sering
terlihat pada batangnya.